Akting Cemerlang Shah Rukh Khan Dalam Film My Name is Khan

Akting cemerlang Shah Rukh Khan dalam film My Name is Khan tak dapat kita pungkiri lagi telah berhasil menuai banjir pujian dari mancanegara. Terinspirasi dari kisah nyata, tragedi 11 September di Amerika Serikat meninggalkan bekas luka mendalam bagi seluruh warga negara AS dan menyebabkan permusuhan terkait perilaku rasis setelahnya.

Pemerintah AS saat itu secara sembarangan menuding bahwa kegiatan teroris itu adalah hasil perbuatan Al-Qaeda sebagai kelompok muslim garis keras. Pemberitaan berulang setiap hari seakan mencuci otak mayoritas masyarakat AS yang juga banyak gemar untuk daftar Bandarq Online terbaik di Indonesia dan juga memang di bandarqq online terbaik sehingga perlahan tapi pasti mulai menimbulkan rasa benci tatkala melihat umat islam di sana.

Akting Cemerlang Shah Rukh Khan Dalam Film My Name is Khan

Sangat disayangkan, negara dengan julukan adidaya dan selama ini selalu punya kesan berpikiran maju, justru memperlihatkan sebaliknya pasca goncangan terjadi. Kebanyakan warga AS malah menonjolkan pola pikir sempit, seraya melemparkan tatapan tajam penuh curiga setiap kali melihat wanita berhijab maupun lelaki berpeci lewat di antara mereka.

Fenomena islamofobia ini menjadi landasan dasar yang menjadi premis kuat oleh Karan Johar dalam menyuarakan pemberantasan rasisme melalui karya filmnya. Ia ingin setiap penontonnya terinspirasi untuk saling berbagi cinta usai menonton My Name is Khan dan mau membuka mata hati untuk meninggalkan paradigma berbau SARA.

Akting Cemerlang Shah Rukh Khan Menjadi Nostalgia Bersama Kajol

Akting cemerlang Shah Rukh Khan selalu menjadi andalan bagi para sineas India, termasuk Karan Johar yang memutuskan untuk bernostalgia. Ia pun segera menghubungi Kajol supaya ikut terlibat mengisi peran utama sebagai lawan main berpasangan dengan Shah Rukh Khan, dan gayung pun bersambut.

Alkisah, hiduplah seorang pria India bernama Rizwan Khan yang menderita sindrom asperger semenjak masih berusia sangat kecil. Sindrom ini menyebabkan gangguan mirip autisme sehingga pengidapnya akan kesulitan berinteraksi dengan lingkungan sekitar dan lebih menyedihkannya adalah ini tak bisa disembuhkan.

Akting Cemerlang Shah Rukh Khan Menjadi Nostalgia Bersama Kajol

Sang ibu merupakan penganut muslim yang taat, berusaha untuk tabah menerima cobaan kehidupan dan tetap menyayangi Rizwan sepenuh hati. Namun ketika beranjak dewasa, sang ibu akhirnya meninggal dunia sehingga satu – satunya penopang hidup Rizwan kini telah tiada untuk selama – lamanya.

Rizwan akhirnya ikut dengan sang adik yang kini telah hidup sukses di Amerika Serikat, dan segalanya pun bermula dari sini. Takdir mempertemukannya dengan Mandira, seorang wanita Hindu yang berprofesi sebagai pekerja salon, seraya mulai timbul benih cinta yang menghiasi hubungan di antara keduanya.

Adiknya bersikeras menentang hubungan mereka karena alasan perbedaan agama, namun Rizwan pada akhirnya resmi juga menikahi Mandira. Bersama anak tirinya yaitu Sameer dari hasil pernikahan Mandira sebelumnya, mereka bertiga memulai hidup baru di Los Angeles dan penuh kebahagiaan untuk sesaat.

Pergolakan Batin Sehubungan Nilai Kemanusiaan

Mandira yang diperankan oleh Kajol sangat cocok beradu dengan akting cemerlang Shah Rukh Khan sehingga makin menguatkan film ini. My Name is Khan juga turut membawa Bollywood menuju pengakuan Internasional sehingga mendapat apresiasi dari pemerintah India pasca kesuksesannya di mancanegara.

Mandira dan Sameer kini resmi mengambil marga Khan mengikuti Rizwan, tapi justru siapa sangka keputusan ini membawa malapetaka. Sam sering mengalami perundungan serta hinaan sebagai anak dari keluarga teroris, yang mengakibatkan ia meninggal dunia akibat mengalami pengeroyokan oleh segerombolan siswa di sekolahnya.

Akting Cemerlang Shah Rukh Khan Pergolakan Batin Sehubungan Nilai Kemanusiaan

Mandira sangat terpukul dan menyebabkan ia sakit hati kepada Rizwan, menganggap bahwa marga Khan yang identik dengan umat islam telah membawa kesialan dalam hidupnya. Rizwan berkata akan melakukan apa saja agar istrinya mau memaafkan dirinya dan mengikhlaskan kematian Sameer.

Mandira bergurau dengan memerintahkan Rizwan pergi menemui presiden Amerika Serikat dan menyampaikan pesan bahwa ia bukanlah teroris. Dari situlah perjalanan panjang Rizwan dimulai, sekuat tenaga mencari cara agar betul – betul bisa bertemu dengan sang presiden dan mengutarakan isi hatinya mengenai toleransi dan pembersihan nama baik umat islam.